Dugaan Kelalaian atau Unsur Kesengajaan?, Kasus Laka Kerja di PT IMT Mulai Terkuak, Humas Bungkam

DUMAI (Thekingbingal) – Tabir misteri di balik kecelakaan kerja (laka kerja) yang terjadi di area KCP PT Ivo Mas Tunggal (PT IMT) pada 05 Maret 2026 perlahan mulai terkuak. Insiden tragis tersebut mengakibatkan seorang pekerja alih daya berinisial PA harus kehilangan tangan kirinya setelah tergilas belting conveyor.
Namun, fakta terbaru yang mencuat justru memunculkan pertanyaan serius, apakah insiden ini murni kelalaian, atau justru mengarah pada dugaan unsur kesengajaan?.
Kecurigaan ini bukan tanpa dasar. Orang tua korban secara tegas mengungkapkan kronologi yang disampaikan langsung oleh anaknya.
Menurutnya, saat pekerjaan kembali dimulai usai istirahat makan siang sekitar pukul 13.00 WIB, kondisi mesin conveyor dalam keadaan tidak beroperasi (off).
Ironisnya, di tengah pekerjaan berlangsung, leader yang merupakan karyawan PT IMT justru meninggalkan lokasi kerja. Beberapa saat kemudian, tanpa koordinasi yang jelas, seorang rekan kerja tiba-tiba mengaktifkan mesin conveyor tersebut.
“Akibat mesin itu dihidupkan secara tiba-tiba, tangan kiri anak saya langsung tergilas hingga akhirnya harus diamputasi,” ungkap orang tua korban dengan nada geram. Kamis, (16/04/2026).
Ia pun mempertanyakan keras sistem pengawasan dan prosedur kerja di perusahaan tersebut.
“Ini kelalaian atau ada unsur kesengajaan?. Bagaimana mungkin mesin bisa dihidupkan saat masih ada pekerja di area kerja tersebut?,” ungkapnya penuh tanda tanya.
Sejumlah pertanyaan krusial pun mencuat ke publik. Mulai dari status mesin saat pekerjaan berlangsung, kejelasan izin kerja (permit), hingga keberadaan petugas keselamatan kerja (safety man atau Safety officer) di lokasi saat kejadian.
Sayangnya, upaya konfirmasi kepada Humas PT. IMT, Marihot Nainggolan dan Septina justru menemui jalan buntu. Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun klarifikasi ataupun penjelasan resmi yang diberikan.
Sikap bungkam ini justru semakin memantik kecurigaan publik. Diamnya pihak perusahaan dinilai memperkuat dugaan adanya kelalaian fatal, bahkan tidak menutup kemungkinan adanya upaya menutupi fakta sebenarnya di balik insiden yang merenggut masa depan seorang pekerja tersebut.
Kasus ini kini menjadi sorotan, dan publik menunggu keberanian pihak terkait untuk membuka fakta secara transparan. Jika tidak, bukan tidak mungkin tragedi serupa akan kembali terulang di kemudian hari.***
Editor : Iwan Ziro



