Kelompok Karta Lestari Dumsel Raih Juara 2 Rokan Greenpreneur Awards 2026, Dari Persoalan Lingkungan Menjadi Gerakan Ekonomi Sirkular

DUMAI (Thekingbingal) — Kelompok Karang Taruna (Karta) Lestari Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, berhasil meraih Juara 2 Rokan Greenpreneur Awards 2026 yang diselenggarakan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) melalui program Community Involvement and Development (CID) pada Jumat 25 September 2026 di Gedung Widuri.
Prestasi tersebut menjadi puncak dari perjalanan Karta Lestari dalam mengembangkan inovasi pengelolaan lingkungan yang berangkat dari persoalan nyata di kawasan sungai dan kanal Kecamatan Dumai Selatan.
Karta Lestari mengusung konsep Eco Learning Hub, yaitu pusat edukasi dan pengolahan eceng gondok serta sampah berbasis ekonomi sirkular yang menghubungkan proses pengumpulan, pemilahan, pengolahan, pemanfaatan, edukasi masyarakat dan penciptaan nilai ekonomi dalam satu sistem. Dalam profil kompetisi, Karta Lestari tercatat sebagai kelompok dari Kecamatan Dumai Selatan, Kota Dumai, dengan kategori Inovasi Hijau Baru pada bidang Desa Wisata/Pengelolaan Kawasan.

Perjalanan Karta Lestari bermula dari kepedulian terhadap kondisi lingkungan di kawasan sungai dan kanal yang menghadapi persoalan pertumbuhan eceng gondok serta keberadaan sampah yang masih bercampur antara organik dan anorganik. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak terhadap kebersihan dan estetika kawasan, tetapi juga berpotensi mengganggu aliran air, akses tepian dan aktivitas masyarakat.
Muhammad Ramdhani Ketua Karang Taruna Kecamatan Dumai Selatan, menyampaikan bahwa proses tersebut menjadi pengalaman penting bagi para pemuda.
“Kesan saya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan adalah kami semakin memahami bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kerja bersama. Ada proses lapangan, koordinasi, persiapan materi, administrasi dan perjuangan menghadapi tahapan penilaian,” ucapnya.

Muhammad Ramdhani berharap agar preatasi mendapatkan juara 2 ini bukan hanya kebanggaan bagi Karta Lestari, tetapi juga menjadi motivasi bagi pemuda Kecamatan Dumai Selatan untuk terus menciptakan kegiatan yang memberikan manfaat,” kata Muhammad Ramdhani.
“Pesan saya kepada pemuda, jangan hanya melihat persoalan sebagai masalah, tetapi lihat juga peluang untuk menciptakan solusi dan bergerak bersama masyarakat,” sebut Muhammad Ramdhani.
Sementata itu, Ketua Kelompok Karta Lestati, Fitra Hadi Khaz, S.IP., M.Si menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun bersama.
“Kesan saya, perjalanan Karta Lestari dari awal sampai menjadi Juara 2 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Kami memulai dari persoalan yang ada di sekitar masyarakat, kemudian mencoba mencari solusi, menyusun konsep, membangun sistem dan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi,” ujarnya.
Fitra Hadi berpesan agar penghargaan ini jangan dijadikan sebagai akhir, tetapi sebagai awal untuk membuktikan bahwa inovasi yang kami bawa benar-benar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan dukungan, khususnya Pemerintah Kecamatan Dumai Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai, Karang Taruna Kota Dumai, Karang Taruna Kecamatan Dumai Selatan serta semua pihak yang telah memberikan kepercayaan kepada Karta Lestari,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, Suheri Syahputra, Sekretaris Karta Kecamatan Dumai Selatan, menyampaikan bahwa pengalaman tersebut memberikan pelajaran mengenai pentingnya tata kelola.
“Kesan saya, perjalanan Karta Lestari membuktikan bahwa sebuah gagasan harus didukung dengan administrasi, dokumentasi dan sistem yang tertata. Kami belajar mempersiapkan setiap tahapan secara lebih serius agar gagasan yang disampaikan dapat dipahami dan dipertanggungjawabkan,” tuturnya.
Begitu juga Arief Yuliandri Badra, Bendahara Karta Kecamatan Dumai Selatan, juga menyampaikan bahwa pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
“Kesan saya, proses mengikuti Rokan Greenpreneur Awards memberikan pengalaman bahwa kegiatan lingkungan juga membutuhkan perencanaan dan tata kelola keuangan yang baik. Setiap kebutuhan harus dihitung, setiap transaksi harus dicatat dan setiap penggunaan anggaran harus dapat dipertanggungjawabkan,” ucapnya.
Bagi Karta Lestari, penghargaan tersebut bukanlah garis akhir. Setelah kompetisi berakhir, tantangan berikutnya adalah bagaimana konsep Eco Learning Hub dapat terus dikembangkan sebagai pusat edukasi dan pengolahan eceng gondok serta sampah berbasis ekonomi sirkular. Karta Lestari menempatkan lingkungan, masyarakat, ekonomi dan tata kelola sebagai satu kesatuan dengan indikator yang dapat dipantau melalui volume eceng gondok yang diangkat, sampah yang dipulihkan, produksi kompos, nilai material, peserta edukasi, biaya operasional, keselamatan kerja serta pencatatan dan evaluasi kegiatan.***



