LingkunganOrganisasi

Denew Indra Serukan Percepatan Pembentukan Provinsi Riau Pesisir, Dumai Dinilai Layak Jadi Ibu Kota

DUMAI (Thekingbingal) – Gagasan pembentukan Provinsi Riau Pesisir kembali menguat. Dalam pertemuan yang digelar di Hotel The Zuri Dumai, pada Ahad 26 Juli 2026, Forum RT se-Kota Dumai menegaskan komitmennya untuk mendukung sekaligus mengawal perjuangan pembentukan provinsi baru tersebut hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Pertemuan berlangsung penuh semangat dan diwarnai tekad bersama untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat pesisir. Forum RT se-Kota Dumai menegaskan bahwa perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir bukan didasari rasa benci ataupun keinginan memecah belah, melainkan lahir dari kecintaan terhadap tanah pesisir dan masyarakat yang selama ini dinilai masih membutuhkan pemerataan pembangunan serta pelayanan publik.
Wakil Ketua Forum RT se-Kota Dumai, Denew Indra, SE, menyampaikan bahwa perjuangan tersebut merupakan panggilan hati untuk menghadirkan keadilan bagi masyarakat pesisir.

“Kita berkumpul bukan karena benci. Kita berkumpul karena cinta. Cinta kepada tanah pesisir. Cinta kepada rakyat yang selama ini tertinggal,” tegasnya.

Menurut Denew Indra, perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir memiliki landasan hukum yang jelas dan berada di atas koridor konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan, Pasal 18 Ayat (1) UUD 1945 menjamin pembagian wilayah provinsi, kabupaten, dan kota demi efektivitas penyelenggaraan pemerintahan. Selanjutnya, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah menegaskan bahwa tujuan pemekaran adalah meningkatkan pelayanan publik, mempercepat kesejahteraan masyarakat, serta memperkokoh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2007 menjadi acuan teknis yang mengatur bahwa pemekaran daerah harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi, potensi daerah, luas wilayah, dan keadilan sosial.

“Artinya, pemekaran bukan makar. Pemekaran adalah amanat konstitusi,” ujarnya. Selasa, (28/07/2026).

Forum RT se-Kota Dumai juga menilai sudah saatnya wilayah pesisir memperoleh perhatian yang lebih besar. Selama puluhan tahun, wilayah pesisir yang meliputi Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Rokan Hilir, Siak, dan Kepulauan Meranti disebut sebagai penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta devisa negara yang sangat besar. Namun, dari sisi pembangunan dan pelayanan publik, kawasan tersebut dinilai masih belum mendapatkan perhatian yang sebanding.

Menurut Denew Indra, jauhnya rentang pelayanan pemerintahan membuat berbagai kebijakan belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan masyarakat pesisir, khususnya nelayan, petani, dan pelaku UMKM. Ia menegaskan kondisi tersebut bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan lebih kepada persoalan skala pelayanan dan fokus pemerintahan.

Mengenai usulan ibu kota Provinsi Riau Pesisir, Denew menilai Kota Dumai merupakan daerah yang paling layak karena memiliki berbagai keunggulan strategis.

“Dumai adalah kota industri, memiliki pelabuhan internasional, memiliki lapangan udara, merupakan penghasil devisa negara, serta memiliki letak yang sangat strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat,” jelasnya.

Atas nama Forum RT se-Kota Dumai, Denew menyampaikan tiga poin pernyataan sikap. Pertama, mengawal perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir hingga ke Senayan dan Istana. Kedua, mendorong agar tim segera dibentuk untuk menyusun naskah akademik dan kajian kelayakan sesuai ketentuan PP Nomor 78 Tahun 2007. Ketiga, meminta DPRD Provinsi Riau bersama DPR RI segera memproses Rancangan Undang-Undang Pembentukan Provinsi Riau Pesisir sebagai prioritas nasional.

Menutup pernyataannya, Forum RT se-Kota Dumai menegaskan bahwa perjuangan tersebut bukan untuk memecah Provinsi Riau, melainkan untuk memperkuat pembangunan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak meminta memecah Riau. Kami meminta menguatkan Riau. Dengan provinsi baru, anggaran lebih dekat, pelayanan lebih cepat, dan keadilan lebih nyata. Jika negara hadir melalui pemekaran, maka rakyat pesisir akan menjadi tuan di negeri sendiri,” pungkasnya.***

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button