Satu Tahun Asmar–Muzamil, Aliansi GERAM Sampaikan Evaluasi Kritis dan Tuntut Transparansi
Aliansi GERAM Nilai Capaian Belum Terukur, Desak Laporan Kinerja dan Roadmap Pembangunan Dibuka ke Publik

KEPULAUAN MERANTI (Thekingbingal) – Tepat satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti periode 2024–2029, pasangan Asmar dan Muzamil, Aliansi Gerakan Anak Meranti (GERAM) menyatakan sikap resmi melalui Surat Keputusan dan Pernyataan Sikap Nomor 01/SK-AKSI/GERAM/II/2026 tertanggal 26 Februari 2026.
Dalam pernyataan yang ditandatangani Ketua GERAM Apen Taruna, S.P., M.Ling dan Sekretaris Mohd. Trinanda Putra, S.Pd, aliansi tersebut menyebut evaluasi ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial terhadap arah pembangunan di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Evaluasi atas Visi dan Misi
GERAM menilai, visi kepemimpinan dengan slogan “Unggul, Agamis, Sejahtera” yang menargetkan terwujudnya daerah yang lebih baik, maju, dan bermartabat, belum sepenuhnya tercermin dalam capaian yang konkret dan terukur.
Mereka menyoroti sejumlah misi yang diusung, seperti penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang amanah dan transparan. Namun, menurut mereka, setelah satu tahun berjalan, indikator sosial dan ekonomi masyarakat belum menunjukkan perubahan signifikan.
Aliansi ini juga menekankan pentingnya prinsip transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi publik sebagai fondasi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Soroti Pengangguran hingga Layanan Kesehatan
Dalam poin “Memperhatikan”, GERAM menggarisbawahi minimnya indikator terukur terkait implementasi nilai keagamaan, kebahagiaan masyarakat, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
Selain itu, mereka menilai persoalan pengangguran, lemahnya ekonomi masyarakat, serta infrastruktur dasar masih menjadi keluhan utama warga. Kualitas pendidikan dan fasilitas belajar disebut belum menunjukkan peningkatan signifikan, sementara akses layanan kesehatan dinilai belum merata.
Empat Sikap dan Tuntutan
Melalui keputusan yang ditetapkan, GERAM menyampaikan empat poin utama:
– Evaluasi Kritis
Satu tahun kepemimpinan dinilai belum menunjukkan capaian konkret dan terukur sebagaimana visi dan misi yang dijanjikan kepada masyarakat.
– Desakan Transparansi dan Roadmap Pembangunan
Pemerintah Kabupaten diminta menyampaikan laporan capaian kinerja satu tahun secara terbuka kepada publik, menyusun dan mempublikasikan roadmap pembangunan berbasis indikator kinerja, serta menjelaskan hambatan dan strategi penyelesaiannya secara transparan.
– Realisasi Program Prioritas
Mereka menuntut pemerataan akses kesehatan berkualitas, peningkatan mutu pendidikan, program nyata penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, serta percepatan pembangunan infrastruktur dasar.
– Komitmen Mengawal Kebijakan
GERAM menegaskan akan terus mengawal kebijakan dan program pemerintah daerah secara konstruktif, kritis, dan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Meranti.
Kritik sebagai Dorongan, Bukan Penolakan
Dalam penutup pernyataannya, GERAM menegaskan bahwa sikap yang disampaikan bukan bentuk penolakan terhadap kepemimpinan daerah, melainkan dorongan agar visi dan misi yang telah dijanjikan benar-benar diwujudkan secara nyata dan terukur.
“Ini adalah aspirasi dan kepedulian terhadap masa depan daerah,” demikian salah satu bagian penegasan dalam surat tersebut.
Pernyataan sikap ini turut didukung oleh sejumlah aktivis, mahasiswa, dan pengamat politik di Kepulauan Meranti, yang berharap momentum satu tahun kepemimpinan menjadi titik refleksi untuk mempercepat pembangunan yang lebih transparan dan berpihak pada masyarakat.***(Rls)
Editor : Iwan Ziro



